Home » Asuransi Kesehatan

Penyakit Jantung Koroner

Submitted by on October 28, 2013 – 9:16 am | 3,103 views

Penyakit Jantung KoronerPenyakit Jantung Koroner – dr. David D. Ariwibowo, SpJP

Jantung secara anatomi merupakan sebuah rongga berotot yang berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh, sehingga jantung termasuk organ tubuh manusia yang sangat vital, karena itu jika terjadi gangguan pada organ ini tentunya akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan termasuk kematian.

Penyakit jantung sendiri terdiri dari banyak jenis misalnya penyakit pada pembuluh darah koroner jantung, penyakit pada katup jantung, penyakit pada otot jantung, penyakit jantung bawaan dan lain lain, yang paling sering ditemukan dalam praktek sehari – hari adalah penyakit jantung koroner.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah koroner. Pembuluh darah ini merupakan satu – satunya jalan yang memberi pasokan oksigen, nutrisi dan zat – zat penting lainnya terhadap otot jantung. Walaupun jantung merupakan suatu kantung yang berisi darah namun otot jantung tidak dapat mengambil zat – zat tersebut dari rongga jantung itu sendiri sehingga peran pembuluh darah koroner ini sangatlah vital.

Faktor resiko terjadinya PJK antara lain adanya penyakit kencing manis (Diabetes Melitus), tekanan darah tinggi (Hipertensi), kadar kolesterol darah yang tinggi, gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, obesitas dan kurang gerak badan.

Dikenal dua keadaan PJK yaitu:

  • PJK Stabil: Dengan gejala nyeri dada yang dirasakan saat aktifitas dan segera hilang dengan sendirinya saat beristirahat
  • PJK Tidak Stabil: yang dikenal sebagai “Serangan Jantung” atau Sindroma Koroner Akut. Dengan gejala nyeri dada yang timbul secara mendadak seperti rasa tertusuk atau seperti ada beban berat didada dan disertai keringat dingin, mual dan muntah.

Jika merasakan gejala – gejala seperti ini sebaiknya cepat datang ke rumah sakit terdekat dan mengkonsultasikannya ke dokter spesialis jantung khususnya pada keadaan serangan jantung karena jika tidak segera tertangani akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian.

Penanganan PJK dilakukan berdasarkan keadaan yang ditemukan yaitu berupa perawatan di ruang ICCU disertai pemberian obat – obatan, termasuk pemberian obat penghancur bekuan darah (obat fibrinolitik) yang menyumbat pembuluh darah koroner sampai pada tindakan kateterisasi berupa pembalonan dan pemasangan ring (stent) serta operasi Bypass.

Tindakan kateterisasi yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung merupakan tindakan non bedah yang saat ini paling sering dilakukan terhadap penderita PJK.

Tindakan ini dilakukan secara minimal invasif dengan cara melakukan pemasangan akses seperti pemasangan kateter ke pembuluh darah nadi di pergelangan tangan atau di lipat paha yang dilakukan dengan pembiusan lokal dan sayatan kecil kurang dari 2 mm. Selanjutnya dimasukkan selang halus (kateter) melalui akses tersebut sampai di pangkal pembuluh darah koroner. Melalui kateter tersebut dilakukan pengambilan gambar pembuluh darah koroner dengan sinar X dan bila telah diidentifikasi lokasi penyempitan atau sumbatan selanjutnya dilakukan pembalonan yang dilanjutkan pemasangan ring untuk mencegah terjadinya sumbatan atau penutupan kembali pembuluh darah tersebut. Selama tindakan ini penderita tetap dalam kondisi sadar dan biasanya tidak merasakan nyeri selama tindakan ini berlangsung. Penderita yang dalam keadaan stabil dapat dipulangkan pada hari yang sama atau keesokan harinya.

Untuk tatalaksana jangka panjang penderita PJK yang telah dilakukan tindakan ini tetap harus melakukan upaya pencegahan agar tidak berulang mengalami keadaan ini, termasuk juga individu – individu yang belum menderita penyakit ini namun memiliki faktor – faktor resiko tinggi untuk terkena PJK.

Upaya yang harus dilakukan untuk mencegah PJK adalah menghindari dan berhenti merokok, hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, rajin berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan. Selain itu kita sebaiknya juga melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah, serta pemeriksaan lain termasuk tes treadmill untuk deteksi dini PJK.

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.